Jumat, 15 Oktober 2010

Limbah Kayu “Disulap” Jadi Jamur Tiram

Samarinda ( Berita ) :  Siswa Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Samarinda (Kaltim) berhasil “menyulap” (memproduksi) limbah kayu menjadi jamur tiram, sebagai bahan olahan untuk makanan nugget jamur, ketucky jamur dan baso jamur.
“Berkat berkat budidaya jamur dari pengolahan limbah kayu tersebut, SPMA Negeri Samarinda berhasil menyabet gelar Juara II Nasional Lomba Diskusi pada Temu Karya Siswa sekolah Pertanian Pembangunan dan Taruna Tani Tingkat Nasional (Takersitanas) X d Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 18p26 Juli 2008,” kata Kepala Seksi Kesiswaan SPMA Negeri Samarinda, Ir. Sumiarti di Samarinda, Selasa [23/09].
Sesuai tema pada Takersinatas X itu, siswa dan siswi SPMA Negeri Samarinda berhasil memberikan argumentasi terkait pemanfaatan Limbah Kayu disulap menjadi jamur tiram putih, baik produksi maupun pasca produksinya.
Ketiga anak didik SPMA yang berhasil menyampaikan argumen itu, yakni Feni Ria, Ilham Nugroho dan Tino Margo. Ketiganya berhasil memaparkan secara gamblang proses produksi limbah kayu hingga menjadi jamur.
Pemanfaatan limbah kayu itu menjadi jamur tiram putih itu sudah ditekuni siswa/siswi SPMA Negeria Samarinda sejak setahun silam. Saat ini, produksi jamur tiram hasil budidaya SPMA Negeri Samarinda mencapai 1,5 hingga 2 kilogram jamur pe hari.
“Berkat budidaya ini, kami berhasil memenuhi kebutuhan 11 petani ‘home industry’ di Samarinda. Kami masih akan mengembangkan budidaya ini, agar bisa memenuhi kebutuhan jamur tiram di Samarinda,” katanya.
Selain memproduksi jamur tiram, Kasi Kesiswaan SPMA Negeri Samarinda itu juga mengakui bahwa berhasil memproduksi bibit jamur dengan kapasitas 30 log per botol.
Petani di Samarinda kini tidak perlu lagi mendatangkan bibit dari luar Kaltim yang harus menunggu lagi proses pengiriman, sebab SPMA Negeri Samarida sudah berhasil mengembangkan bibit jamur sendiri. Pada pasca panen jamur tiram putih itu selanjutnya diolah menjadi nugget jamur, ketucky jamur dan bakso jamur.  “Manfaat mengkonsumsi jamur ini sangat luar biasa, sebab selain mengandung protein tinggi juga bisa menurunkan kolesterol,” ujar Sumiarti.
Selain mengembangkan budidaya jamur, SPMA Negeri Samarinda kata Kasi Kesiswaan itu juga memproduksi ‘Torakur’ (tomat rasa kurma).
Prosesnya pengolaham tomakur sangat mudah yakni biji tomatnya dibuang kemudian dicampur dengan air gula, selanjutnya dikeringkan. Walaupun tidak sama persis rasa korma asli, namun namun untuk mekanan ringan sangat baik. ( ant )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar